Kopi Yogyakarta referensi kopi Yogyakarta yang terkenal, dan legend yang bisa di sruput di rumah dan rekomendasi tempat kopi Yogyakarta terdekat dengan view bagus
Selamat datang di pusat informasi perkopian Yogyakarta: tempat di mana Anda bisa menemukan segala hal tentang kopi yang ada di kota ini, dari biji kopi Yogyakarta mentah sampai sajian yang nikmat, dari kebun di dataran tinggi sampai kedai di sudut kota.

Kota Yogyakarta bukan sekadar kota pelajar dengan keraton dan bangunan bersejarah yang mempesona. Di balik tembok-tembok keraton dan gang-gang sempit Malioboro itu, tersimpan denyut budaya kopi yang telah berusia lebih dari satu abad. Dari angkringan yang menjual kopi arang hingga kedai-kedai modern yang menyajikan biji lokal Merapi, Yogyakarta punya cerita kopi yang tak pernah putus.
Cerita yang Tak Pernah Usang: Kopi Yogyakarta Sejak Era VOC

Sejarah kopi Yogyakarta berakar kuat pada jejak perkebunan era kolonial. Di kawasan Gunung Gambar, Ngawen, Gunungkidul, tanaman kopi telah ada sejak zaman VOC, dengan catatan dari Perpustakaan Mangkunegaran menunjukkan penanaman kopi di kawasan itu dimulai sekitar tahun 1907. Setelah lama menghilang, budidaya kopi di Gunung Gambar mulai dihidupkan kembali pada tahun 2018 dan diperbanyak pada 2021, dengan luas lahan mencapai 3 hektare dan produksi tahunan sekitar satu ton biji kopi.
Yang menarik, kopi Yogyakarta juga memiliki warisan budaya yang tak ternilai. Kopi Joss, racikan kopi hitam dengan arang panas yang dicelupkan ke dalamnya, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Yogyakarta pada tahun 2025. Racikan unik ini lahir sekitar tahun 1968 di Angkringan Lik Man, ketika seorang pelanggan asal Jawa Timur memesan kopi kothok yang tidak bisa dipenuhi, dan Lik Man berinisiatif memasukkan arang panas ke dalam kopi—menghasilkan bunyi ‘josss’ yang kemudian menjadi nama racikan ini.
Cerita ini bukan sekadar nostalgia. Kabupaten Sleman memiliki Kopi Robusta Merapi yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis pada tahun 2024, dengan budidaya yang telah berkembang sejak tahun 1900-an di lereng selatan Gunung Merapi pada ketinggian 250 hingga 900 meter di atas permukaan laut. Artinya, hubungan antara Yogyakarta dan kopi bukanlah tren sesaat—ini adalah warisan yang telah mengakar selama lebih dari seratus tahun.
Jenis Kopi Enak di Yogyakarta: Arabika dan Robusta

Di Yogyakarta dan sekitarnya, dua jenis kopi utama yang mendominasi adalah Arabika dan Robusta. Kopi Robusta Merapi Sleman tumbuh di lereng Gunung Merapi dengan proses pengolahan dry process yang menghasilkan cita rasa unik didominasi rasa brown sugar dan chocolate. Sementara arabika dikembangkan di dataran tinggi Menoreh dengan karakter rasa yang lebih kompleks, bahkan memiliki aroma dan rasa cengkeh karena awalnya ditanam di area yang dikelilingi pohon cengkeh.
Banyak kedai kopi di Yogyakarta juga bekerja sama langsung dengan petani dari Kulon Progo, daerah penghasil kopi Menoreh yang sudah menembus pasar global hingga Inggris, Amerika, Italia, Jerman, Rusia, Turki, Swedia, dan Austria. Kedai seperti Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat, misalnya, menyeduh kopi robusta dan arabika dari kebun milik sendiri menggunakan metode turkish brew untuk menghasilkan rasa yang kuat dan pekat. Jadi, saat Anda menyeruput kopi di Yogyakarta, Anda sedang menikmati hasil bumi dari pegunungan Jawa yang telah diakui kualitasnya di kancah internasional.
Tempat Ngopi Enak di Yogyakarta

Untuk Cafe dan tempat ngopi Yogyakarta memiliki banyak tempat ngopi dengan karakter berbeda, ada Tempat kopi Yogyakarta view dengan yang bagus, kopi Yogyakarta yang legend, kopi Yogyakarta 24 Jam, sampai cafe di Yogyakarta yang instagramable, dan tempat ngopi lainnya yang jadi favorit warga Yogyakarta dan pelancong. Berikut beberapa rekomendasi kopi Yogyakarta terdekat
1. Jalan Poncowinatan, Yogyakarta
Angkringan Kopi Jos Lik Man adalah lokasi legendaris tempat lahirnya Kopi Joss pada tahun 1968. Di sini, suasana angkringan tradisional dengan meja-meja rendah dan lampu temaram menciptakan pengalaman ngopi yang autentik. Pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pencelupan arang panas yang masih membara ke dalam kopi, menghasilkan bunyi ‘josss’ yang khas. Tempat ini buka mulai pukul 4 sore hingga 1 pagi, dengan pendamping sego kucing dan aneka sate-satean yang harganya ramah di kantong.
2. Kawasan Malioboro, Yogyakarta
Loko Coffee Shop menempati bangunan di Jalan Pasar Kembang No.2 dengan konsep perkeretaapian yang unik. Meja dan kursi di sini terbuat dari kayu bekas bantalan rel kereta api, dan kafe ini tidak menyediakan area parkir kendaraan bermotor untuk menjaga kenyamanan pemandangan. Kafe ini buka 24 jam dan menyediakan berbagai pilihan kopi nusantara, dari robusta, arabika, hingga kopi luwak.
3. Jalan Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul
Kopi Blandongan tidak hanya menyajikan kopi kental dengan cangkir kecil khas Gresik, tetapi juga menjadi pionir warung kopi di Yogyakarta sejak tahun 2000. Didirikan oleh Badrun, pria asal Gresik yang merindukan kopi kental kampung halamannya, tempat ini buka hampir 24 jam mulai pukul 07.00 sampai 04.00. Menu andalannya adalah kopi cangkir (kopi hitam) dan kopasus (kopi susu), disajikan dengan esensi kopi kental yang menjadi ciri khasnya.
4. Jalan Kaliurang KM 17,5, Pakem, Sleman
Kopi Padasan berada di kawasan Padasan Pakem dengan pemandangan sawah yang cantik, apalagi di depannya menghadap langsung ke Gunung Merapi. Suasana sejuk dan pemandangan perkebunan membuat pengalaman ngopi terasa berbeda. Kafe ini menyediakan tempat duduk berupa kursi dan meja atau lesehan beralaskan tikar, dengan menu kopi tubruk, Vietnam drip, cappuccino, hingga avocado coffee yang harganya mulai dari Rp 13.000.
5. Madigondo, Sidoharjo, Kulon Progo
Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat adalah hidden gem di kawasan Menoreh yang menawarkan pengalaman ngopi tradisional dengan suasana pedesaan yang asri. Areanya berada di tengah hamparan sawah, cocok untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota. Kopi robusta dan arabika di sini diseduh menggunakan metode turkish brew, menghasilkan rasa yang kuat dan pekat. Menariknya, biji kopi yang digunakan berasal dari kebun milik Pak Rohmat sendiri, dengan setiap sajian dilengkapi pilihan pemanis berupa gula aren padat, gula pasir, dan gula aren cair.
6. Gowongan Kidul, Yogyakarta
Picchu Coffee menawarkan suasana homie dengan pencahayaan yang hangat, membuat siapa pun merasa sedang bersantai di ruang tamu sendiri. Karena buka 24 jam, kafe ini menjadi penyelamat bagi para pekerja lepas atau mahasiswa yang sering terjaga hingga pagi hari. Kopi klasik dibanderol mulai Rp18.000, sementara mocktail segar seperti Tropical Mango bisa dinikmati dengan harga Rp26.000.
7. Sagan, Yogyakarta
Nuju Coffee Sagan mengutamakan kenyamanan dengan dua area utama: indoor full AC yang cocok untuk bekerja atau belajar, dan outdoor untuk nongkrong santai. Konsep minimalis dengan dominasi warna netral dan pencahayaan hangat menciptakan banyak spot instagramable. Menu kopinya lengkap dari espresso based sampai manual brew, dengan Full Arabian Palm Latte sebagai salah satu andalan. Buka 24 jam, tempat ini sering jadi andalan mahasiswa dan pekerja yang butuh tempat lembur atau mengerjakan deadline.
Rekomendasi Kopi Enak Nikmat Warga Yogyakarta

Bagi warga Yogyakarta yang ingin menikmati kopi setiap hari tanpa khawatir akan dampak jangka panjang, SH Juwara Cafe adalah pilihan yang wajib di coba banget. Kopi ini bukan kopi biasa—ia merupakan kopi dengan ganoderma yang enak banget dengan banyak manfaat kesehatan.
Kopi SH Juwara Cafe hadir dengan kemasan praktis, dengan gula SH Juwara Cafe 4 In 1 dan tanpa gula atau less sugar SH Juwara Cafe 3 In 1 yang cocok bagi Anda yang ingin mengurangi asupan gula. Produk ini telah memiliki izin BPOM, Halal dan rating kepuasan pembeli yang tinggi
Yang membedakan SH Juwara Cafe adalah klaim manfaat kesehatannya: membantu mengatasi keluhan seperti pegal-pegal, asam urat, nyeri sendi, maag, migrain, batuk, dan flu. Dalam sebuah festival di Jayapura, penjual Kopi SH Juwara Cafe bahkan mencatat omzet hingga Rp1,8–2 juta per hari, menunjukkan penerimaan pasar yang positif terhadap kopi kesehatan ini.
Untuk warga Yogyakarta yang aktif dan ingin tetap menikmati kopi tanpa mengorbankan kesehatan, SH Juwara Cafe menawarkan keseimbangan antara rasa dan manfaat. Kopi ini bisa dinikmati setiap hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang.
Bagi warga Yogyakarta yang mau coba SH Juwara Cafe atau langsung mau jadi agennya Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut tentang pemesanan Kopi SH Juwara Cafe atau bergabung dalam kemitraan Agen Kopi SH Juwara Cafe

